BEKENTV – Mengamalkan ayat seribu dinar dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi pembuka ladang rezeki kamu, dan ayat ini terdapat dalam potongan Al-Quran.
Sebagaimana doa menjadi amalan sederhana dan banyak dilakukan orang-orang, khususnya umat Muslim. Selain itu, doa juga menjadi sumber kekuatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam hidup sebagai seorang Muslim, perlunya untuk melakukan berbagai amalan kebaikan, salah satunya dengan berdoa dan senantiasa memohon ampunan kepada-Nya.
Saat merasa kesulitan karena tidak ada penghasilan yang cukup, kamu bisa memanjatkan doa ini dan tetap berusaha untuk mencari rezeki yang halal.
Tidak hanya sebagai pembuka rezeki, doa ayat seribu dinar bisa memberi pertolongan dari Allah, sehingga mendapat petunjuk jalan, inspirasi, hingga jalan keluar disetiap permasalahan.
Bacaan Doa Ayat Seribu Dinar
Doa ini dapat dipanjatkan oleh siapa saja, diketahui ayat ini terdapat di bagian akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 pada surah At Thalaq. Bunyinya:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra.”
Artinya: “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya Rizki dari arah yang tidak dia duga. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan mencapai urusanNya, sesungguhnya Allah telah mengadakan bagi tiap-tiap sesuatu ketentuan.”
Kisah Ayat Seribu Dinar
Menurut sejarah, ada cerita di masa silam yang perlu diketahui. Dimulai seorang laki-laki yang bekerja menjadi pedagang. Kalau malam tiba, laki-laki tersebut bermimpi bertemu dengan Nabi Khidir as.
Bahkan pemuda itu mengalami pengulangan mimpi yang sama sebanyak tiga kali. Mimpi itu disambut dengan Nabi Khidir yang meminta pedangang tersebut untuk bersedekah sebanyak 1000 dinar.
Ia pun mengiyakan permintaannya. Lalu setelah itu ia kembali bermimpi ditemui Nabi, kemudian dalam mimpi itu diajarkan agar bisa mengamalkan Al-Quran surah At Thalaq ayat 1-2.
Setelah merasa bahwa mimpi yang dialami tersebut adalah kebenaran, ia tidak menolak dan mengamalkannya.
Suatu hari laki-laki tersebut sedang pergi untuk berdagang ke pulau menggunakan kapal. Tidak disangka, kapal itu diterjang ombak besar dan angin puting beliung.
Saat seperti itu terjadi, si pedagang lantas mengamalkan surah At Thalaq sesuai anjuran Nabi Khidir. Ombak yang begitu besar itu mampu membuat kapal pecah, diketahui tak ada yang selamat dari bencana yang terjadi tersebut kecuali laki-laki tersebut.
Saat badai sudah mereda, si pedagang sadar akan dirinya yang terdampar di tepi pantai, yang mana negeri tersebut asing baginya. Barang dagangan yang ia bawa ternyata ikut terseret ombak bersama dengannya ke tepi pantai dan ajaibnya tak ada sedikitpun yang rusak.
Bencana yang menimpanya tersebut membuat ia sadar akan kuasa Allah SWT dan membuatnya percaya akan keistimewaan ayat yang diamalkan. Laki-laki tersebut memilih menetap dan berdagang di negeri tersebut, dengan membaca ayat yang diajarkan Nabi Khidir as.
Tidak lama setelah itu, ia pun sukses dalam melakukan perniagaan hingga membuatnya menjadi saudagar kaya dan menjadi raja di negeri tersebut.
Sungguh datangnya rezeki ini tidaklah disangka-sangka sesuai dengan kandungan dalam ayat tersebut. Kemudian ayat ini lebih dikenal dengan ayat seribu dinar.
Demikian itulah sepenggal kisah dan bacaan doa ayat seribu dinar yang bisa kamu amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!
















