BENGKULU, BEKENTV – Kondisi Jembatan Sekunyit di Kabupaten Bengkulu Selatan kini semakin memprihatinkan. Infrastruktur yang rusak sejak tahun 2024 itu tak kunjung diperbaiki dan kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar oleh warga sekitar.
Akses jalan menuju jembatan tersebut sudah lumpuh total, sehingga kendaraan tidak lagi bisa melintas. Akibatnya, area yang sepi dari aktivitas warga itu justru dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk membuang sampah rumah tangga secara sembarangan. Kini, jembatan yang dulu menjadi jalur penghubung penting itu tampak tertutup tumpukan sampah dan ditumbuhi tanaman liar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bengkulu Selatan, Haroni, membenarkan kondisi tersebut.
“Benar, lokasi di sekitar Jembatan Sekunyit saat ini sudah menjadi salah satu titik pembuangan sampah liar. Sebelum jembatan rusak, memang ada sebagian warga yang membuang sampah di sana, tapi tidak banyak. Karena sekarang aksesnya tutup total dan jauh dari pemukiman, akhirnya lokasi itu dimanfaatkan untuk buang sampah,” ujar Haroni.
Ia menuturkan, persoalan sampah liar tidak hanya terjadi di Jembatan Sekunyit, melainkan juga di beberapa titik lain di Bengkulu Selatan. “Titik pembuangan liar bukan hanya di Sekunyit. Kita temukan juga di Jalan Damak, Jalan Duayu, dan sejumlah jalan sepi penduduk. Lokasi-lokasi seperti itu memang rentan dijadikan TPS liar,” jelasnya.
Sementara itu, untuk mengatasi hal tersebut, DLHK Bengkulu Selatan telah menyiapkan langkah penanganan bertahap, mulai dari pembersihan hingga penambahan sarana pengelolaan sampah.
“Kami akan segera melakukan pembersihan di lokasi-lokasi yang jadi tempat pembuangan liar. Dalam waktu dekat, armada baru berupa dump truck dan arm roll akan tiba, dan langsung kita operasionalkan untuk membersihkan sampah liar,” terang Haroni.
Lebih lanjut, DLHK juga akan memperbanyak kontainer sampah agar masyarakat memiliki tempat pembuangan yang layak.
“Saat ini kita baru punya lima kontainer yang ditempatkan di titik strategis seperti Pasar Ampera, Pasar Kutau, Jalan Dua Ayu, dan RSUD Hasanuddin Damrah (HD). Kami sudah ajukan tambahan sepuluh kontainer ke Pemerintah Provinsi Bengkulu agar bisa ditempatkan di lokasi rawan TPS liar,” ungkapnya.
Haroni menegaskan, selama pengelolaan sampah di Bengkulu Selatan belum optimal, pemerintah masih memberikan toleransi kepada masyarakat. Namun jika semua fasilitas sudah tersedia, maka tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tetap membuang sampah sembarangan.
“Kalau nanti armada dan sarana sudah lengkap, kami akan beri sanksi tegas bagi masyarakat yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Kami juga akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk penindakan di lapangan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau warga agar mulai menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dari rumah.
“Menjaga kebersihan itu tanggung jawab bersama. Kalau masyarakat sadar, kita bisa mencegah munculnya TPS liar seperti di Jembatan Sekunyit,” tutup Haroni.
















