BENGKULU, BEKENTV – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan seluruh Koperasi Merah Putih (KMP) di daerah tersebut wajib menjalin kemitraan dengan pihak perbankan untuk memperoleh modal usaha.
Kepala Dinas Koperasi Bengkulu Selatan, Binagransyah, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan tahun depan seluruh KMP sudah bisa beroperasi secara menyeluruh di setiap desa. Karena itu, masing-masing KMP diminta segera mencari sumber pendanaan melalui lembaga keuangan resmi, terutama perbankan.
“Pemerintah tidak akan memberikan subsidi modal, baik melalui APBN, APBD, maupun APBDes. Sesuai arahan pemerintah pusat, dana KMP harus bermitra dengan perbankan, khususnya melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),” jelas Binagransyah.
Meski telah dibentuk sejak satu bulan lalu, sejumlah unit usaha Koperasi Merah Putih hingga kini belum dapat beroperasi secara masif. Kendala utama yang dihadapi yaitu terbatasnya modal usaha di tingkat koperasi.
Selain melakukan pinjaman tunai, KMP juga diperbolehkan untuk mengembangkan unit usaha dalam bentuk pengadaan barang dan jasa, sebagai salah satu strategi memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Lebih lanjut, Disperindag Bengkulu Selatan menyerahkan keputusan besaran pinjaman per KMP kepada pemerintah desa masing-masing, dengan mempertimbangkan kemampuan pengelolaan dan potensi usaha di wilayahnya.
“Kami juga meminta pemerintah desa untuk melakukan survei dan verifikasi terhadap unit usaha masyarakat yang akan dikembangkan melalui koperasi ini. Tujuannya agar dana yang disalurkan benar-benar produktif dan bermanfaat,” tutupnya.
Dengan adanya sinergi antara koperasi, pemerintah desa, dan perbankan, diharapkan Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Bengkulu Selatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
(Ary Rahmad)
















