BENGKULU, BETVNEWS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan terus mendorong pengurangan volume sampah sejak dari sumber sebagai upaya menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Langkah itu dilakukan dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta memperkuat kemitraan dengan para pengepul sampah.
Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan, Tiara, mengatakan saat ini proses pengurangan sampah masih mengandalkan aktivitas TPS 3R dan pengepul yang melakukan pemilahan serta pemanfaatan kembali sampah bernilai ekonomi.
“Pengurangan sampah dari sumber saat ini dilakukan melalui TPS 3R dan para pengepul. Dari beberapa TPS 3R yang ada, baru TPS 3R Jeranglah Rendah yang telah berjalan dengan baik, termasuk melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik,” ujar Tiara.
Ia menjelaskan, TPS 3R Jeranglah Rendah telah beroperasi sekitar satu bulan dan mampu mengolah sampah antara 2 hingga 2,5 ton. Hasil itu dinilai cukup baik sebagai langkah awal dalam mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
Sementara itu, TPS 3R Kutau hingga kini belum beroperasi secara optimal karena masih menjalani proses renovasi dan perbaikan fasilitas pendukung.
Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, pengelola TPS 3R Jeranglah Rendah telah mengajukan bantuan peralatan kepada pemerintah. Kebutuhan yang paling mendesak adalah mesin pencacah plastik agar proses pengolahan sampah nonorganik dapat berjalan lebih efektif.
“Kami telah mengusulkan bantuan untuk TPS 3R Jeranglah Rendah. Saat ini mereka masih membutuhkan mesin pencacah sampah plastik agar kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan. Mudah-mudahan usulan itu segera terealisasi,” jelasnya.
Selain memperkuat fasilitas TPS 3R, DLHK juga mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mendukung operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ketersediaan anggaran dinilai penting agar seluruh rangkaian pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan di tingkat rumah tangga hingga penanganan akhir di TPA, dapat berjalan lebih maksimal.
Tiara menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.
“Dengan dukungan sarana, peralatan, dan anggaran yang memadai, kami berharap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bengkulu Selatan semakin baik. Jika pengurangan sampah dari sumber berjalan optimal, volume sampah yang masuk ke TPA juga akan terus berkurang,” tutupnya.
















