BENGKULU, BEKENTV – Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu mulai berangsur normal setelah berbagai langkah pemenuhan pasokan dilakukan Pertamina.
Meski demikian, berdasarkan data Pertamina, distribusi BBM ke SPBU maupun Pertashop di Bengkulu masih menggunakan skema 50–60 persen jalur darat melalui terminal Lubuklinggau dan Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (DPP HPMPI), Steven, mengapresiasi langkah Pertamina di tengah kendala pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai yang belum tuntas.
“Pertashop berperan vital sebagai penyedia layanan energi resmi di pelosok desa. Banyak masyarakat dan pelaku UMKM pedesaan sangat bergantung pada keberadaan Pertashop,” ujar Steven.
Steven juga menyatakan dukungan penuh terhadap Pelindo yang mendapat mandat dari Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai.
Selain itu, peran penting KSOP, Dinas Perhubungan, serta Pemerintah Provinsi Bengkulu yang bersama-sama menjaga kelancaran rantai pasok energi.
“Sinergi ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antarinstansi demi kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Steven berharap pengerukan alur pelayaran Pulau Baai segera dituntaskan agar transportasi barang maupun penumpang melalui laut tidak lagi mengalami hambatan.
“Pelabuhan Pulau Baai adalah urat nadi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. Jika Pemprov membentuk satuan tugas (Satgas) bersama yang melibatkan seluruh pihak, maka setiap perkembangan kondisi bisa terpantau secara akurat. Dengan begitu, isu simpang siur yang berpotensi memicu kepanikan dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, distribusi BBM melalui jalur laut memiliki peran vital karena kapasitasnya jauh lebih besar dibandingkan suplai darat.
Optimalisasi jalur laut diyakini dapat membuat pasokan Pertamax dan jenis BBM lainnya ke Bengkulu lebih stabil, efisien, serta menopang keberlanjutan ekonomi daerah.
“Harapan kami, seluruh proses pengerukan dan perbaikan layanan kepelabuhanan di Pulau Baai segera tuntas. Dengan demikian, suplai BBM dan komoditas lainnya tetap terjaga, distribusi semakin lancar, dan masyarakat Bengkulu bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup Steven.
















