BEKENTV – Bagi setiap pemula wajib mengetahui setiap langkah tepat dalam melakukan intermittent fasting, agar proses diet berjalan dengan mudah.
Langkah pertama yang tidak boleh terlewatkan yaitu dengan memahamai konsep dasar intermittent fasting yaitu tentang mengatur waktu makan.
Mengetahui langkah-langkah ini diperlukan agar tidak sampai melakukan diet yang sia-sia dan tanpa hasil.
Intermittent fasting (IF) sendiri telah dikenal luas sebagai metode diet yang efektif dan mudah diikuti untuk menurunkan berat badan sekaligus meningkatkan kesehatan.
Intermittent fasting juga dikenal sebagai pola makan yang berfokus pada siklus antara periode puasa dan makan.
Berbeda dengan diet tradisional yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang biasanya mengatur apa yang kamu makan, IF mengatur kapan waktu kamu makan.
Metode diet yang satu ini memanfaatkan prinsip bahwa tubuh kita dapat berfungsi optimal dengan periode makan dan puasa yang teratur.
Oleh sebab itu dengan mengatur waktu makan, IF membantu tubuh memanfaatkan cadangan energi, meningkatkan metabolisme, dan juga mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Terdapat berbagai metode intermittent fasting yang dapat dipilih sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan masing-masing individu.
Beberapa metode IF yang populer ini seperti 16/8, 5:2, dan Eat-Stop-Eat. Masing-masing metode tentunya memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal durasi puasa dan makan.
Maka dari itu, kamu bisa memilih mana metode yang paling sesuai dengan rutinitas harianmu.
Konsep dasar intermittent fasting ini adalah mengatur waktu makan dan juga berpuasa. Namun meski terdengar sederhana, bagi mereka yang baru mencoba memulai IF ini mungkin akan merasa kebingungan tentang langkah yang perlu dilakukan.
Untuk mendapatkan informasi selengkapnya simaklah dalam rangkuman artikel BEKENTV berikut ini.
Langkah-Langkah Memulai Intermittent Fasting untuk Pemula
1. Pahami Konsep Dasar Intermittent Fasting
Hal pertama yang perlu kamu lakukan sebelum memulai intermittent fasting ini adalah dengan memahami konsep dasarnya terlebih dahulu.
Intermittent fasting bukanlah tentang pembatasan makanan yang ketat, melainkan tentang mengatur waktu makan.
Untuk itu sebaiknya pahami berbagai metode yang ada dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.
Penting untuk memulai dengan pemahaman yang jelas tentang bagaimana IF ini bekerja untuk memastikan kesuksesan dalam prosesnya.
2. Memilih Metode yang Tepat
Setelah mengetahui metodenya, maka kamu perlu memilih metode yang tepat untuk tubuhmu.
Untuk pemula, memilih metode intermittent fasting yang sesuai ini sangat penting untuk dilakukan .
Adapun beberapa opsi yang bisa kamu pilih adalah sebagai berikut:
Metode 16/8 : Puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam. Misalnya, jika kamu makan dari pukul 12 siang hingga 8 malam, maka kamu perlu berpuasa dari pukul 8 malam hingga 12 siang keesokan harinya.
Metode 12/12 : Puasa selama 12 jam dan makan dalam jendela waktu 12 jam. Ini adalah metode yang lebih ringan dan cocok untuk pemula yang baru memulai diet IF ini.
Metode 5:2 : Makan secara normal selama lima hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori menjadi sekitar 500-600 kalori pada dua hari namun tidak berturut-turut.
3. Mulai Secara Perlahan
Bagi pemula, penting untuk memulai intermittent fasting ini secara perlahan untuk memudahkan tubuh beradaptasi.
Kamu bisa memulai dengan metode yang lebih sederhana seperti 12/12.
Hal ini memungkinkan kamu untuk membiasakan diri dengan pola puasa dan makan tanpa perubahan drastis.
Setelah beberapa minggu, jika kamu mulai merasa nyaman, maka kamu dapat beralih ke metode yang lebih menantang seperti 16/8.
4. Rencanakan Jadwal Makan
Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk melakukan intermittent fasting ini adalah dengan merencanakan jadwal makan.
Cobalah untuk menerapkan jadwal makan yang konsisten dan sesuai dengan rutinitas harianmu.
Jika kamu memilih metode 16/8, misalnya, maka pastikan kamu makan dalam jendela waktu yang sama setiap hari.
Hal ini dapat membantu tubuhmu untuk membangun kebiasaan dan mempermudah penyesuaian.
5. Fokus pada Kualitas Makanan
Dalam metode diet yang satu ini, penting untuk memilah kualitas makann yang baik.
Dengan kata lain, selama periode makan ini penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Pilihlah makanan yang seimbang, termasuk buah, sayuran, protein, dan juga lemak sehat.
Selain itu sebaiknya hindari makanan tinggi gula dan lemak trans yang dapat mengganggu manfaat IF.
6. Tetap Terhidrasi
Saat melakukan intermittent fasting ini, pastikan tubuhmu memperoleh cukup cairan dan tetap terhidrasi.
Untuk itu, minumlah cukup air dan jika perlu kamu juga bisa mengonsumsi teh herbal atau kopi tanpa gula.
Cobalah untuk menghindari minuman yang mengandung kalori selama periode puasa agar diet menjadi maksimal.
7. Perhatikan Tanda-Tanda Tubuh
Saat melakukan diet IF ini, penting untuk memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh.
Jika kamu merasa pusing, lemas, atau mengalami masalah kesehatan lainnya, pertimbangkan untuk menyesuaikan kembali jadwal puasamu.
Jika perlu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional untuk memastikan metode yang kamu pilih sesuai dengan kondisi tubuhmu.
Demikian itulah rangkuman ulasan artikel terkait tentang langkah-langkah tepat untuk melakukan intermittent fasting bagi pemula. Semoga informasi ini bermanfaat.
















