BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu membatalkan rencana pinjaman sebesar Rp 2 triliun ke Bank Jawa Barat (BJB).
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah lain untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Kita pertimbangkan untuk tidak melanjutkan, karena ada opsi yang lebih baik,” ujar Helmi Hasan, Senin 8 September 2025.
Menurut Helmi, wacana pinjaman ke BJB sebelumnya muncul sebagai upaya mempercepat dan memeratakan pembangunan di seluruh kabupaten/kota.
Namun, setelah mendengar masukan masyarakat baik melalui media sosial maupun forum diskusi, banyak yang tidak setuju dengan skema pinjaman tersebut.
“Awalnya ada ide agar pembangunan lebih adil dan cepat, tapi setelah melihat respon masyarakat, kita memilih mencari opsi lain, misalnya obligasi. Hanya saja, saat ini kondisi masyarakat juga sedang sulit,” jelasnya.
Sebagai gantinya, Pemprov Bengkulu akan menggunakan pola pembangunan multiyears (tahun jamak) untuk mendorong percepatan pembangunan.
Skema ini akan dijalankan dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun ke depan tanpa perlu menambah beban utang daerah.
“Tanpa berhutang, solusi yang kita pilih adalah pembangunan multiyears selama 2 sampai 3 tahun ke depan,” tegas Helmi.
Helmi menambahkan, pola ini juga telah diterapkan di Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai pembangunan mencapai Rp 3 triliun dalam tiga tahun.
“Saya sempat berdiskusi dengan Gubernur Sumsel. Mereka menerapkan multiyears senilai Rp 3 triliun untuk percepatan pembangunan dalam tiga tahun,” pungkasnya.
















