BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan resmi membentuk Forum Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wadah penyaluran bantuan dari perusahaan swasta kepada masyarakat.
Forum ini diharapkan dapat memastikan dana CSR disalurkan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Pembentukan forum tersebut dilakukan menyusul kondisi keuangan daerah yang tengah tertekan. Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, Bengkulu Selatan mengalami defisit hingga Rp31 miliar.
Keterbatasan fiskal ini berdampak langsung pada minimnya kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa yang selama ini bergantung pada APBD.
Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, menegaskan bahwa kehadiran forum ini sangat penting sebagai upaya mencari solusi di tengah keterbatasan anggaran.
“Beberapa program sudah berjalan melalui CSR, maka tahun depan alokasi CSR bisa kembali disalurkan melalui rembuk bersama masyarakat lewat Forum CSR,” ujar Rifai.
Ia juga mengingatkan bahwa tren penurunan keuangan daerah diperkirakan masih berlanjut hingga tahun 2026.
Kondisi tersebut berpotensi menunda sejumlah program pembangunan yang bersumber dari APBD. Karena itu, Pemkab Bengkulu Selatan mendorong perusahaan swasta untuk lebih aktif menyalurkan dana CSR secara rutin maupun sesuai kebutuhan mendesak.
“Penurunan keuangan daerah ini berpotensi menunda sejumlah program pembangunan dan pengembangan daerah. Kami akan terus mendorong perusahaan swasta menyalurkan dana CSR,” ungkap Rifai.
Hingga saat ini, di Bengkulu Selatan tercatat ada empat perusahaan besar yang bergerak di bidang pengelolaan minyak dan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, terdapat pula kontribusi dari sektor perbankan, ritel modern, hingga unit usaha lainnya.
“Nanti melalui forum bisa disampaikan, yang jelas kita harapkan ada peran serta dari masing-masing perusahaan terhadap pembangunan daerah ini. Kita semua paham, kondisi keuangan daerah saat ini sangat minim,” tambah Bupati.
Dengan terbentuknya Forum CSR, Pemkab Bengkulu Selatan berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dapat semakin erat.
Upaya ini dinilai krusial agar program pembangunan serta kesejahteraan masyarakat tetap berjalan, meski daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal.
















