BENGKULU, BEKENTV – Panggung refleksi masyarakat sipil untuk demokrasi bertajuk “September Kelabu, Ibu Pertiwi” digelar di Teater Terbuka Taman Budaya Bengkulu, Kamis malam 4 September 2025.
Acara ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat seni, hingga pengemudi ojek online (ojol). Mereka antusias mendengarkan orasi yang disampaikan perwakilan setiap elemen.
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan refleksi terkait kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini, mulai dari isu politik kebangsaan, perspektif jurnalis, hingga suara ojol.
Sejumlah seniman Bengkulu juga turut tampil, di antaranya Dedy Suryadi atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Sucenk Bae.
Selain orasi dan penampilan seni, acara ini juga diisi doa lintas agama serta penyalaan lilin sebagai penghormatan kepada 10 korban yang gugur dalam perjuangan demokrasi.
Tokoh aktivis Bengkulu, M.A. Prihatno, menegaskan bahwa keresahan yang terjadi saat ini merupakan wujud kekecewaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.
“Apa yang terjadi hari ini adalah bentuk kemarahan rakyat terhadap pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk tetap menjaga semangat perjuangan dan konsisten memperjuangkan perbaikan negeri.
“Beban perubahan ada di pundak mahasiswa. Karena itu, jagalah semangat dan solidaritas untuk perbaikan negeri ini,” pesannya.
















