BENGKULU, BEKENTV – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat nilai ekspor Bengkulu pada Juli 2025 hanya mencapai US$3,93 juta, anjlok 71,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$13,94 juta.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menjelaskan penurunan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan tren ekspor sepanjang tahun lalu.
“Ekspor Bengkulu pada Juli 2025 memang mengalami kontraksi yang cukup dalam. Jika tahun lalu nilainya masih hampir 14 juta dolar AS, maka pada Juli tahun ini tinggal sekitar 3,9 juta dolar AS saja,” kata Win Rizal.
Ia menambahkan, seluruh ekspor Bengkulu Juli 2025 masih didominasi komoditas nonmigas, dengan tujuan utama ke India (US$2,15 juta), Amerika Serikat (US$1,35 juta), Tiongkok (US$0,02 juta), dan lainnya (US$0,41 juta).
“Komoditas unggulan seperti CPO (Crude Palm Oil) masih menjadi penopang utama. Namun permintaan global yang fluktuatif sangat memengaruhi kinerja ekspor kita,” jelasnya.
Sementara itu, BPS mencatat tidak ada aktivitas impor barang yang dilakukan Provinsi Bengkulu sepanjang Juli 2025.
Kondisi ini membuat neraca perdagangan Bengkulu tetap surplus, meski nilainya jauh menurun dibandingkan tahun lalu.
“Surplus perdagangan tetap terjadi karena tidak ada impor. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa penurunan ekspor ini harus diantisipasi agar tidak berlarut,” tambah Win Rizal.
















