BENGKULU, BEKENTV – Kasus penganiayaan brutal terjadi di Kota Bengkulu. Seorang pria berinisial AN (29) nyaris tewas setelah diduga hendak dibakar hidup-hidup oleh mantan kekasihnya, SG (23), dalam sebuah insiden di rumah kos.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Hibrida 15, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat pelaku menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan sempat melontarkan ancaman.
Tidak lama kemudian, pelaku mendatangi tempat kos korban dengan alasan ingin mengambil handphone yang disebut tertinggal.
Sesampainya di lokasi, pelaku kembali meminta jaket miliknya yang berada di dalam kamar korban. Saat korban lengah dan mengambil jaket tersebut, pelaku diduga langsung menyiramkan bahan bakar jenis pertalite ke tubuh korban.
Situasi menjadi semakin mencekam ketika pelaku berupaya menyalakan korek api untuk membakar korban. Dalam kondisi panik, korban dengan cepat menyelamatkan diri dengan berlari ke kamar mandi dan berendam di dalam bak air untuk mencegah api menyambar tubuhnya.
Meski berhasil menghindari kobaran api yang lebih besar, korban tetap mengalami luka bakar serius yang diperkirakan mencapai 36 persen di beberapa bagian tubuhnya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Gading Cempaka yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penanganan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Bengkulu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajat, mengungkapkan bahwa aksi kekerasan tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya.
“Pelaku sempat menghubungi korban dan mengancam. Dari situ kami menduga ada unsur perencanaan, namun masih kami dalami,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan cara kekerasan.
“Tindakan seperti ini sangat berbahaya dan memiliki konsekuensi hukum yang berat,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena tingkat kekerasannya yang tinggi dan berpotensi mengancam nyawa. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku serta mendalami motif di balik kejadian tersebut.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak memperkeruh situasi.
















