BENGKULU, BEKENTV – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (RI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau proyek pembangunan tanggul pengendali banjir di Kelurahan Tanjung Agung, Kota Bengkulu, Selasa 16 September 2025.
Dalam kunjungan tersebut, AHY menegaskan pentingnya pembangunan tanggul untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Bengkulu.
“Masalah utama banjir di kawasan ini ada tiga. Pertama, ketika musim hujan Sungai Bengkulu meluap sehingga menggenangi wilayah. Kedua, belum adanya kolam retensi sehingga air tidak memiliki tempat penampungan. Maka perlu dibangun kolam retensi. Ketiga, adanya sedimentasi dari Sungai Bengkulu yang harus dilakukan normalisasi,” ujar AHY.
Menurutnya, pengerjaan proyek pengendalian banjir ini mencakup beberapa item penting.
“Ada pekerjaan peninggian tanggul, peningkatan jembatan, peningkatan pompa air, pembangunan box culvert air, serta perbaikan pintu air,” jelasnya.
Saat ini, terdapat dua unit pompa di pintu air Tanjung Agung yang beroperasi dengan kapasitas berbeda.
“Satu pompa berkapasitas 15 kubik per detik, dan satu lagi 5 kubik per detik. Keduanya difungsikan untuk membantu pengendalian banjir,” terang AHY.
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp75 miliar dari tahun anggaran 2025, dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2025.
Hingga kini, progres pengerjaan tercatat sudah mencapai 43 persen.
“Pekerjaan akan dilakukan secara progresif. Terkait pembangunan kolam retensi, itu menjadi catatan kami untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Semangat kita adalah bagaimana melindungi masyarakat dari banjir tahunan tersebut,” tegasnya.
















