BENGKULU, BEKENTV – Mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tidak hanya terfokus ke destinasi wisata, tetapi juga ke pusat perbelanjaan. Manajemen Bencoolen Mall (BenMal) mencatat rata-rata kunjungan harian mencapai 132 ribu pengunjung.
Centre Manager Bencoolen Mall, Ekawati Sinaga, mengungkapkan jumlah kunjungan tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa yang berkisar di angka 130 ribu pengunjung per hari.
“Jam operasional kami tetap normal, yakni mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Namun, karena antusiasme pengunjung yang tinggi, banyak masyarakat sudah memadati area lobi sebelum pintu mal dibuka,” ujar Ekawati.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan periode libur Lebaran tahun 2025, kunjungan tahun ini mengalami peningkatan sebesar 22 persen.
“Peningkatan mencapai 22 persen dibandingkan tahun 2025 lalu,” ungkapnya.
Berdasarkan data internal, lonjakan trafik tertinggi atau puncak kunjungan terjadi pada hari ketiga Lebaran. Kondisi ini didominasi oleh segmen keluarga yang memanfaatkan waktu libur untuk berbelanja sekaligus menikmati wisata kuliner.
“Puncak kunjungan terjadi pada hari ketiga Lebaran,” katanya.
Meski libur panjang masih berlangsung hingga akhir pekan, manajemen memprediksi angka kunjungan akan cenderung stabil setelah melewati masa puncak.
“Kami berharap kunjungan tetap stabil hingga akhir pekan,” terangnya.
Ekawati juga berharap tingginya jumlah pengunjung dapat berbanding lurus dengan peningkatan daya beli masyarakat. Meski di tengah tantangan ekonomi, pihak mal terus mendorong kinerja tenant melalui berbagai program promo dan potongan harga untuk menarik minat belanja.
“Kami berharap peningkatan kunjungan sejalan dengan daya beli masyarakat,” tuturnya.
Menanggapi lonjakan pengunjung, manajemen Bencoolen Mall telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kenyamanan, mulai dari peningkatan fasilitas umum, kapasitas area parkir, hingga kebersihan.
Terkait keamanan, Ekawati memastikan hingga saat ini tidak ada laporan tindak kriminalitas seperti pencopetan.
“Sejauh ini kondisi aman. Kendala yang sering terjadi hanya anak-anak yang terpisah dari orang tua akibat padatnya suasana. Namun, personel keamanan kami sigap bekerja sama dengan tenant untuk penanganan cepat sehingga anak-anak dapat segera bertemu kembali dengan keluarganya,” tutupnya.














