SELUMA, BETVNEWS – Gelombang efisiensi anggaran pusat mulai menghantam stabilitas keuangan pemerintahan desa di Kabupaten Seluma.
Pada tahun anggaran 2026, para Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya menghadapi ancaman serius berupa pemangkasan penghasilan, bahkan muncul potensi gaji hanya sanggup dibayarkan selama enam bulan dalam setahun.
Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Seluma, Herman Suyadi, mengungkapkan bahwa kondisi pelik ini bermula dari merosotnya alokasi Dana Desa (DD).
Jika sebelumnya setiap desa mampu mengelola dana di atas Rp600 juta, kini plafon maksimal jatuh di angka Rp300 juta per desa.
















