BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Bengkulu dengan berhasil meraih Juara II dalam penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2025.
Penghargaan ini diumumkan dan diserahkan pada acara resmi yang digelar di Gedung Pola Pemprov Bengkulu, Rabu (27/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Bengkulu Selatan sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Yevri Sudianto, hadir langsung untuk menerima penghargaan.
“Alhamdulillah, akhirnya kerja keras Pemkab Bengkulu Selatan dalam menekan angka stunting mulai menunjukkan hasil yang baik. Juara ini merupakan hasil penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2025,” ungkap Yevri, Kamis (28/8).
Berdasarkan hasil penilaian, Bengkulu Selatan memperoleh skor 91,37 persen, sebuah capaian yang dinilai cukup tinggi.
Angka ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menghadirkan generasi sehat dan bebas stunting melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga dukungan penuh masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah bersama-sama bekerja keras menurunkan stunting di Bengkulu Selatan. Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif, bukan hanya pemerintah, tapi juga dukungan masyarakat,” tambah Yevri.
Sebagai informasi, aksi konvergensi percepatan penurunan stunting merupakan program nasional yang bertujuan menyinergikan berbagai program pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam rangka menurunkan prevalensi stunting.
Program ini menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari gizi ibu hamil, pelayanan kesehatan balita, penyediaan air bersih, hingga sanitasi lingkungan.
Di Bengkulu Selatan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan strategi menyeluruh.
Beberapa program yang digencarkan di antaranya adalah pemberian makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil dan balita, kampanye pola asuh sehat, peningkatan akses layanan kesehatan dasar, serta pendampingan keluarga berisiko stunting melalui kader kesehatan dan tim pendamping keluarga (TPK).
Meski berhasil meraih juara II, Pemkab Bengkulu Selatan menegaskan komitmen untuk tidak berhenti pada capaian ini.
Pemerintah daerah justru akan terus meningkatkan sinergi dengan semua pihak agar angka stunting dapat semakin ditekan.
“Dengan juara II ini otomatis upaya kita akan lebih ditingkatkan lagi. Insyallah ke depan Bengkulu Selatan bisa meraih juara I,” tutup Yevri.
Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat Bengkulu Selatan untuk semakin memperkuat program kesehatan, gizi, dan kesejahteraan keluarga.
Diharapkan, melalui kerja sama yang konsisten, target penurunan stunting nasional 14 persen pada 2024 yang dilanjutkan hingga 2025 benar-benar bisa tercapai.
















