BENGKULU, BEKENTV – Kasus balita asal Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Khaira Nur Sabrina (1,8), yang mengeluarkan cacing gelang (Ascaris) dari mulut dan hidung, mendapat perhatian dari Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Senin (15/9/2025).
“Kita imbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini agar terhindar dari penyakit karena lingkungan seperti cacingan dan sebagainya,” kata Herwan Antoni.
Herwan menjelaskan, dengan penanganan tim kesehatan, penyakit tersebut masih bisa diobati.
“Kalau tenaga kesehatan jika tim turun bisa diobati dan pengobatan bisa dilakukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan utama tetap menjadi tanggung jawab Pemkab Seluma.
“Itu kabupaten Seluma lah yang punya wilayah,” ujarnya.
Meski begitu, Pemprov Bengkulu siap memberikan dukungan melalui berbagai program bantuan, termasuk lewat Baznas.
“Kita juga ada program melalui Baznas silakan hubungi pak Gubernur melalui WA atau media sosial, nanti ditindaklanjuti kalau memenuhi kriteria akan setujui,” terangnya.
Sebelumnya, Khaira dirawat intensif di RSUD Tais setelah beberapa kali mengeluarkan cacing gelang dari mulut dan hidung, disertai demam tinggi, batuk berdahak, dan gejala bronkopneumonia.
Karena kondisinya cukup serius, ia kemudian dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu pada Senin siang (15/9/2025) setelah sistem rujukan terintegrasi (Sisrut) tersambung.
Sementara itu, kakaknya, Aprilia (4), juga terindikasi mengalami cacingan dan hingga kini masih dirawat di RSUD Tais.
Diketahui, Khaira Nur Sabrina merupakan anak dari pasangan Prengki (25) dan Yanti Hartuti (24).
Kondisi keluarganya memprihatinkan, dengan rumah sederhana berdinding papan, berlantai tanah merah, serta lingkungan sekitar yang kurang higienis.
Lingkungan tidak sehat inilah yang diduga menjadi pemicu infeksi cacing pada kedua anak tersebut.
















