BENGKULU, BEKENTV – Sebuah kapal nelayan tradisional dilaporkan karam di perairan Desa Pasar Tebat, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Selasa (23/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa nahas ini mengakibatkan satu orang nelayan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kapolres kabupaten Bengkulu Utara, AKBP Eko Munarianto, S.I.K, melalui Polsek Air Besi, IPTU Deni Mashuri, mengungkapkan kejadian bermula ketika tiga orang nelayan, yakni Doni Indra Saputra (35), Bambang Herianto (37), dan Yunsri (60), berangkat dari Desa Pondok Kelapa menuju perairan Desa Selubuk sekitar pukul 06.00 WIB untuk menangkap ikan teri.
“Setibanya di lokasi, mereka ini mulai membentangkan jaring pukat. Namun saat menarik jaring, alat tangkap tersebut tersangkut sehingga kapal kehilangan keseimbangan akibat alur ombak yang kuat. Salah satu penyeimbang kapal (cadik) patah, menyebabkan kapal terbalik,” jelasnya.
Dalam insiden tersebut, Bambang Herianto mengalami luka gores di bagian lengan akibat patahnya cadik. Doni Indra Saputra berusaha menolong dengan melepas kayu cadik untuk dijadikan pelampung dan membawa Bambang menuju tepi pantai. Namun, sekitar 10 menit kemudian, gelombang besar datang dan menggulung Bambang hingga terbawa arus.
“Sementara itu, Yunsri mencoba menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian menggunakan kayu sebagai pelampung. Namun nahas, ketika nelayan setempat hendak menolongnya, ombak besar kembali datang dan menggulung Yunsri, yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya
Sedangkan, korban Doni Indra Saputra berhasil diselamatkan oleh nelayan Desa Pasar Tebat, sementara hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian terhadap Bambang Herianto masih terus dilakukan.
Kapolsek Air Besi bersama anggota telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas korban dan saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat melaut, terutama bagi para nelayan tradisional.
(Safrawi Salam)
















