BEKENTV – Jeruk kalamansi mempunyai beberapa ciri-ciri dan karakteristik yang membedakannya, juga saat membudidayakannya ada berbagai prosedur yang perlu dipahami.
Selain dikenal dengan ukurannya yang kecil, buah ini yang dikenal dengan nama jeruk kasturi dan menjadi salah satu komoditas andalan Provinsi Bengkulu.
Jeruk kalamansi yang memiliki nama latin citrus x microcarpa ini merupakan buah jeruk berukuran kecil yang berasal dari Asia Tenggara dan memiliki nama yang berbeda di wilayah yang berbeda.
Selain populer karena rasanya yang unik, kandungan nutrisi yang ada di dalam buah jeruk ini juga sangat melimpah sehingga tentunya dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Jeruk kalamansi sendiri berasal dari kawasan Asia Tenggara dan menyebar ke berbagai negara termasuk Filipina, Malaysia dan juga Indonesia dan merupakan persilangan antara jeruk keprok dan kumquat.
Jeruk kalamansi ini merupakan salah satu varietas jeruk nipis dari Bengkulu dan dapat digunakan sebagai tanaman hias untuk ditanam di pekarangan rumah.
Hal ini karena, jeruk kalamansi memiliki batang yang kecil dengan banyak cabang dan buahnya berukuran kecil 13,5 – 25 g/buah dengan bentuk buah bulat gepeng dan rasa dari jeruk ini asam menyegarkan.
Buah jeruk yang belum matang berwarna hijau dan yang telah matang berwarna kekuningan sementara di dataran tinggi biasanya berwarna oranye setelah matang.
Tidak hanya itu, jeruk ini juga mengandung banyak air dan memiliki aroma yang khas sehingga seringkali digunakan sebagai minuman atau bahkan sebagai penyedap makanan yang berbau amis.
Untuk mendapatkan informasi selengkapnya simaklah dalam rangkuman artikel BEKENTV berikut ini.
Ciri-ciri dan Karakteristik
Ukuran dan Bentuk: Jeruk kalamansi berukuran kecil, dengan diameter sekitar 2-4 cm. Bentuknya bulat atau sedikit lonjong
Kulit Buah: Kulitnya tipis dan berwarna hijau saat masih mentah, berubah menjadi kuning atau oranye ketika matang. Kulitnya mudah dikupas
Daging Buah: Daging buahnya berwarna oranye, berair, dan memiliki biji kecil. Rasanya asam dengan sedikit sentuhan manis, mirip dengan perpaduan antara lemon dan jeruk nipis.
Kandungan Jeruk Kalamansi
Melansir laman alodokter.com, berikut beberapa kandungan nutrisi yang ada di dalam buah jeruk kalamansi.
Serat
Karbohidrat kompleks
Protein
Vitamin A
Vitamin B kompleks, termasuk folat
Vitamin C
Kalium
Fosfor
Kalsium
Zat besi
Selain kandungan tersebut, jeruk ini juga mengandung banyak antioksidan seperti asam sitrat, polifenol, flavonoid, lutein, zeaxanthin, dan karoten.
Berkat kandungan di atas, tidak heran jika jeruk kalamansi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan juga kecantikan kulit.
Dalam dunia kuliner, penggunaan jeruk kalamansi ini secara umum adalah sebagai berikut.
Penggunaan Jeruk Kalamansi dalam Kuliner
Untuk minuman: Jus kalamansi adalah minuman penyegar yang populer, sering dicampur dengan air dan gula atau madu
Untuk Penyedap Makanan: Air perasan kalamansi digunakan sebagai penyedap dalam berbagai hidangan, seperti marinasi daging, saus, dan salad
Untuk Pengawet Alami: Karena sifat asamnya, jeruk kalamansi digunakan sebagai pengawet alami seperti dalam pembuatan acar atau untuk mengawetkan ikan dan daging.
Jika kamu tertarik untuk melakukan budidaya jeruk kalamansi ini, jeruk kalamansi dapat dibudidayakan di kebun atau di dalam pot. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan.
Cara Budidaya dan Perawatan Jeruk Kalamansi
Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan budidaya jeruk kalamansi ini di antaranya adalah sebagai berikut.
Iklim dan Tanah: Jeruk kalamansi tumbuh baik di iklim tropis dan subtropis dengan tanah yang gembur dan subur
Penyiraman: Tanaman ini membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada musim kemarau
Pemupukan: Pemupukan secara teratur dengan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah
Pemangkasan: Pemangkasan secara rutin membantu menjaga bentuk tanaman dan mendorong pertumbuhan buah yang lebih baik.
Demikian itulah beberapa informasi penting mengenai jeruk kalamansi yang perlu dipahami. Semoga bermanfaat!
















