BEKENTV – Keringat berlebih pada tubuh, bisa jadi tanda beberapa penyakit yang bisa menyerang kesehatan tubuh.
Keringat berlebih atau hiperhidrosis ini sejatinya merupakan suatu kondisi yang dialami oleh beberapa orang dan dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit atau kondisi medis.
Meskipun berkeringat sebenarnya merupakan fungsi tubuh yang normal, namun ketika produksi keringat terjadi secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi lingkungan atau aktivitas fisik, maka hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Oleh sebab itu, memahami penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan keringat berlebih sangat penting untuk penanganan yang tepat.
Penyakit yang Ditandai dengan Keringat Berlebih
1. Hipertiroidisme
Penyakit pertama yang ditandai dengan keringat berlebih ini adalah Hipertiroidisme, yaitu kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.
Salah satu gejala yang sering muncul dari penyakit ini adalah keringat berlebih, terutama pada area telapak tangan dan telapak kaki.
Penderita mungkin juga mengalami penurunan berat badan, kecemasan, dan detak jantung yang cepat.
2. Diabetes
Diabetes, terutama jika tidak terkelola dengan baik juga dapat menyebabkan keringat berlebih.
Fluktuasi kadar gula darah yang ekstrem dapat memicu reaksi tubuh yang menyebabkan keringat berlebih.
Bukan hanya itu, penderita diabetes juga mungkin mengalami gejala lain seperti peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil.
3. Infeksi
Beberapa infeksi seperti tuberkulosis atau infeksi HIV juga dapat ditandai dengan keringat berlebih, terutama saat malam hari.
Gejala lain mungkin termasuk demam, penurunan berat badan, dan juga kelelahan.
Oleh sebab itu, jika keringat berlebih disertai dengan gejala infeksi lainnya, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.
4. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan, termasuk gangguan panik dan fobia sosial juga dapat menyebabkan keringat berlebih sebagai respons tubuh terhadap stres.
Hal ini lantaran penderita mungkin merasa cemas atau takut dalam situasi tertentu, yang dapat memicu produksi keringat yang berlebihan.
Kamu bisa melakukan terapi perilaku kognitif dan teknik relaksasi dapat membantu mengelola kecemasan dan mengurangi gejala.
5. Penyakit Parkinson
Penyakit selanjutnya yang dapat ditandai dengan keringat berlebih adalah penyakit Parkinson.
Penyakit Parkinson sendiri merupakan gangguan neurodegeneratif yang dapat memengaruhi fungsi motorik dan menyebabkan keringat berlebih.
Penderita penyakit ini sering kali mengalami keringat yang tidak terduga dan berlebihan, bahkan saat tidak beraktivitas.
6. Menopause
Pada wanita, menopause dapat menyebabkan fluktuasi hormon yang sering disertai dengan keringat berlebih, terutama saat mengalami hot flashes.
Gejala ini biasanya terjadi saat malam hari dan dapat mengganggu tidur.
Terapi hormon atau pengobatan lainnya dapat membantu mengurangi gejala menopause dan keringat berlebih yang menyertainya.
Demikian itulah 6 penyakit yang ditandai dari keringat berlebih. Semoga membantu!
















