BENGKULU, BEKENTV – Akibat hujan deras beberapa waktu lalu, ruas jalan di Desa Talang Rami, Kecamatan Seluma Utara amblas dan hingga kini belum bisa dilalui oleh kendaraan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seluma saat ini masih melakukan evaluasi, serta kajian apakah penanganan pasca bencana tersebut bisa menggunakan pos Belanja Tak Terduga (BTT).
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD) Seluma, Susi Aritonang, mengatakan banyak indikator atau kriteria yang harus diperhatikan untuk menetapkan kejadian pasca bencana tersebut bisa ditanggulangi menggunakan dana BTT Pemkab Seluma atau tidak.
“Ada kriteria yang harus diperhatikan. Saat ini kami masih melakukan kajian dan evaluasi. Apakah jalan amblas di Desa Talang Rami tersebut masuk dalam kriteria penanganan yang boleh menggunakan dana BTT atau tidak,” tegasnya.
Susi mengatakan, BPBD Seluma tidak akan gegabah. Apalagi belajar dari pengalaman sebelumnya di mana penanggulangan pasca bencana menggunakan dana BTT justru berujung pada konsekuensi hukum.
“Kami tidak akan gegabah, masih harus melakukan koordinasi ke BPBD Provinsi Bengkulu. Bahkan juga ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar semuanya jelas,” tegas Susi Aritonang.
Lebih lanjut, penanganan pasca bencana yang boleh menggunakan dana BTT adalah jika tidak ada akses lain menuju wilayah tersebut. Kemudian jika akses tidak dibangun, makan akan berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat di wilayah yang terdampak. Oleh karena itu, demi kelangsungan hidup, pembangunan bisa ditanggulangi menggunakan dana BTT.
“Salah satu kriterianya adalah tidak ada akses lain dan hanya itu akses satu-satunya. Jika tidak diperbaiki, maka keberlangsungan hidup masyarakat terancam, maka boleh menggunakan dana BTT. Nah, untuk akses Desa Talang Rami akan kami pelajari lagi dan akan kami kaji terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Seluma, Herman Suyadi, mengatakan untuk anggaran BTT tahun 2025 ini tersedia sebesar Rp1,5 miliar dan anggaran ini masuk dalam APBD tahun 2025 ini.
“Kalau untuk anggaran BTT tersedia sebesar Rp1,5 miliar. Sudah dianggarkan sejak APBD awal tahun 2025,” pungkas Herman Suyadi. (Julyan)
















