BENGKULU, BEKENTV – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) September 2025 sebesar 2,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,19. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 1,30 persen.
Ketua BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muko Muko sebesar 4,09 persen dengan IHK 108,45, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu dengan capaian 2,08 persen dan IHK 108,10.
“Inflasi di Provinsi Bengkulu pada September 2025 didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,26 persen. Faktor ini menjadi penyumbang utama inflasi tahunan,” jelas Win Rizal, Rabu 1 Oktober 2025.
Win Rizal menambahkan, secara bulanan (M-to-M), inflasi Bengkulu tercatat sebesar 0,97 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Y-to-D) sebesar 2,10 persen.
“Meski angka inflasi masih relatif terkendali, pemerintah daerah perlu tetap mewaspadai potensi kenaikan harga terutama menjelang akhir tahun, karena tren konsumsi biasanya meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan catatan BPS, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan selain makanan, minuman dan tembakau adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,15 persen.
















