BENGKULU, BEKENTV – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Agustus 2025 naik hingga svebesar 1,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 107,15.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan inflasi pada periode ini dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Pada Agustus 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi, yaitu sebesar 3,67 persen. Komoditas seperti bawang merah, beras, sigaret kretek mesin, hingga santan segar menjadi pendorong utama inflasi,” jelas Win Rizal, Senin 1 Agustus 2025.
Berdasarkan catatan BPS, inflasi y-on-y di Kabupaten Muko Muko tercatat sebesar 1,83 persen dengan IHK 106,81. Sementara inflasi y-on-y di Kota Bengkulu lebih rendah, yakni 1,11 persen dengan IHK 107,26.
Selain kelompok makanan, inflasi juga disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,21 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,56 persen.
Namun, terdapat pula kelompok yang mengalami penurunan indeks, seperti pendidikan sebesar -8,90 persen dan perlengkapan, peralatan, serta pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,16 persen.
“Lima komoditas utama penyumbang inflasi y-on-y adalah bawang merah, emas perhiasan, sigaret kretek mesin, santan segar, dan beras. Sementara itu, komoditas yang memberi andil deflasi terbesar berasal dari sektor pendidikan, terutama biaya sekolah menengah atas,” tambah Win Rizal.
Adapun inflasi month-to-month (m-to-m) Provinsi Bengkulu pada Agustus 2025 tercatat 0,10 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,12 persen. (Ilham)
















