BENGKULU, BEKENTV – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras 2025 menemukan bahwa harga beras jenis medium dan premium di Provinsi Bengkulu masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung di tingkat distributor, agen, hingga gerai retail modern, harga beras medium di Bengkulu berkisar antara Rp13.250 hingga Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp13.400 hingga Rp16.800 per kilogram.
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Jery Nainggolan, menjelaskan bahwa salah satu penyebab tingginya harga beras di Bengkulu adalah karena sebagian besar pasokan berasal dari luar daerah, khususnya Provinsi Lampung.
“Untuk beras di Provinsi Bengkulu, masih berada di atas HET karena sebagian besar sumber beras berasal dari luar daerah, seperti Lampung. Biaya transportasi dan akomodasi menjadi faktor penunjang tingginya harga,” jelas Kompol Jery, Selasa (11/11).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pengendalian Harga Beras yang dikomandoi oleh Ditreskrimsus Polda Bengkulu meminta Perum Bulog untuk segera melakukan operasi pasar murah agar harga beras di tingkat konsumen dapat kembali stabil.
Meski harga berada sedikit di atas HET, stok beras di pasaran masih mencukupi dan kondisi pasar relatif stabil. Namun, beberapa pedagang memperkirakan akan ada potensi kenaikan harga dalam tiga hari ke depan.
Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Nomor 7 Tahun 2023, Provinsi Bengkulu masuk dalam Zona 2 dengan ketentuan HET beras medium Rp14.000/kg dan beras premium Rp15.400/kg.
(Imron)
















