BENGKULU, BEKENTV – Foto udara yang diambil menggunakan kamera drone memperlihatkan betapa dahsyatnya kerusakan akibat longsor besar di Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Tebing setinggi puluhan meter runtuh menimbun badan Jalan Lintas Manna–Pagar Alam, bahkan sebagian material longsoran berupa tanah, kayu, dan batu besar ikut bergulir hingga ke jurang dan menutup aliran Sungai Air Manna.
Bencana yang terjadi sejak Selasa (16/9/2025) di Desa Kayu Ajaran ini membuat jalur vital tersebut lumpuh total hingga Kamis (18/9/2025).
Tidak ada kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang bisa melintas.
Warga terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh, sementara petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta Dinas PUPR masih berupaya melakukan pembersihan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, mengungkapkan bahwa proses penanganan terkendala oleh besarnya volume material longsor.
“Material longsor terdiri dari tanah, kayu, dan bebatuan berukuran besar. Penanganan membutuhkan alat berat serta tenaga ekstra, sehingga masyarakat diminta bersabar. Untuk sementara jalan belum bisa dilalui,” jelas Akisar.
Akibat kondisi ini, arus transportasi penghubung Bengkulu Selatan menuju Pagar Alam, Sumatera Selatan benar-benar terhenti.
Warga di dua daerah kini hanya bisa bergantung pada jalur alternatif yang sempit dan berisiko. Dampaknya, distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai terganggu.
BPBD Bengkulu Selatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, sebab potensi longsor susulan masih tinggi mengingat curah hujan di wilayah pegunungan cukup deras.
Aparat terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Kami ingatkan untuk masyarakat tetap waspada mengingat cuaca di pegunungan masih berpotensi longsor susulan,” tutup Akisar.
















