BENGKULU, BEKENTV – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu (Unib) menyambut positif kebijakan penerimaan mahasiswa kedokteran melalui skema beasiswa pemerintah daerah. Pola tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat ketersediaan dokter di daerah.
Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIK Unib, Dr. dr. Enny Nugraheni Sulistyorini, M.Biomed mengatakan, seleksi mahasiswa baru melalui dukungan beasiswa pemerintah daerah merupakan program yang baik untuk dikembangkan, dengan tetap mengedepankan proses seleksi yang terbuka, transparan, dan berintegritas.
“Skema seleksi mahasiswa baru melalui beasiswa pemerintah daerah itu sangat bagus. Tentunya tetap memperhatikan proses seleksi yang terbuka dan berintegritas,” ujarnya.
Menurutnya, FKIK Unib sendiri memiliki pengalaman dalam menjalankan pola tersebut sejak awal berdiri. Saat pertama kali menerima mahasiswa kedokteran pada tahun 2009, FKIK Unib masih berstatus Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD).
Pada periode 2009 hingga 2011, sebanyak 257 mahasiswa diterima melalui berbagai jalur, termasuk jalur reguler SNMPTN dan SBMPTN, Bidikmisi, serta kerja sama pemerintah daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Mahasiswa penerima beasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Lebong sebanyak 11 orang, Bengkulu Utara 12 orang, Kepahiang 3 orang, Bengkulu Tengah 6 orang, Kaur 7 orang, serta Kota Bengkulu 8 orang.
Dr. Enny menjelaskan, program tersebut memberikan dampak positif karena sebagian besar penerima beasiswa telah menyelesaikan pendidikan dokter, bahkan beberapa di antaranya melanjutkan pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal.
“Sebagian dari mereka sudah tamat, bahkan ada yang sudah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan kembali ke daerah pemberi beasiswa. Ini menjadi bukti bahwa pola seperti ini dapat membantu pemerataan tenaga kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam penyediaan beasiswa kedokteran dapat menjadi investasi jangka panjang bagi daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan dokter di wilayah yang masih kekurangan tenaga medis.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto juga mendorong penerapan skema penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui beasiswa pemerintah daerah.
Kebijakan tersebut dinilai mampu memperluas kesempatan putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran sekaligus mendorong lulusan dokter kembali mengabdi di daerah asal.
FKIK Unib menilai skema tersebut sejalan dengan upaya pemerataan layanan kesehatan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dokter
di Provinsi Bengkulu.
















