BENGKULU SELATAN, BEKENTV – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah pengembangan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna, yang telah beroperasi selama tiga bulan terakhir.
Pengembangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, melakukan peninjauan ke lokasi TPS 3R Desa Jeranglah Rendah pada Jumat (12/6/2026).
Dalam kunjungannya, Erwin menilai keberadaan TPS 3R memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mengurangi persoalan sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri.
Menurutnya, sistem pengolahan sampah berbasis konsep reduce, reuse, dan recycle menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi penumpukan sampah yang selama ini menjadi beban di Tempat Pembuangan Akhir.
Saat ini, TPS 3R Jeranglah Rendah telah dilengkapi mesin pencacah untuk mengolah sampah organik menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Namun ke depan, DLHK berencana menambah fasilitas berupa mesin pencacah sampah anorganik, khususnya untuk jenis sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Kami akan mengusulkan kepada Bupati Bengkulu Selatan agar TPS 3R ini mendapatkan tambahan mesin pencacah sampah anorganik. Dengan begitu, sampah plastik yang masih memiliki nilai jual dapat diolah lebih lanjut,” ujar Erwin Muchsin.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah anorganik menjadi salah satu sektor yang perlu diperkuat karena memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Sampah plastik yang sebelumnya hanya dibuang dapat dipilah, dihancurkan, lalu dijual kembali sebagai bahan baku industri daur ulang.
Selain pengembangan fasilitas, DLHK Bengkulu Selatan juga mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak guna menciptakan sistem pengelolaan sampah terpadu. Salah satunya melalui kolaborasi dengan SBS Pino Raya yang selama ini turut menangani pengolahan sampah organik.
“Kami berharap seluruh jenis sampah dapat tertangani dengan baik, baik organik maupun anorganik. Tujuan akhirnya adalah mengurangi sampah dari sumbernya dan meningkatkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih bernilai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, menyambut positif perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap pengembangan fasilitas TPS 3R di desanya.
Ia mengatakan, selama kurang lebih tiga bulan beroperasi, TPS 3R telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi timbunan sampah di lingkungan desa, pengelolaan sampah yang dilakukan juga mulai membuka peluang pemanfaatan hasil olahan untuk kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, pengelolaan sampah yang kami jalankan sejauh ini sudah sesuai harapan. Kami berharap ke depan TPS ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” kata Junali.
Dengan rencana penambahan fasilitas, dukungan pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat, TPS 3R Desa Jeranglah Rendah diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pengelolaan sampah modern yang produktif, ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan.
















