BENGKULU, BEKENTV – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu mulai melakukan mediasi antara eks karyawan dan manajemen Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Bengkulu pada Selasa, 30 September 2025.
Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menugaskan tiga mediator untuk memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak, berdasarkan laporan yang diajukan oleh eks karyawan Bank Bengkulu.
“Sebagaimana surat permohonan fasilitasi mediasi dari eks karyawan rekrutmen tahun 2024, kami telah menerbitkan SPT dan menugaskan tiga mediator untuk memfasilitasi proses mediasi,” kata Syarifudin.
Dalam kesempatan tersebut, Syarifudin juga menyampaikan informasi terkait lowongan kerja di Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang saat ini membuka 33 formasi untuk posisi juru tagih, front office, serta beberapa posisi lain.
“Pertemuan tadi kami manfaatkan untuk menyampaikan informasi lowongan kerja di BRI. Ada sekitar 33 posisi juru tagih, penempatan online, serta beberapa posisi lain yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai eks karyawan Bank Bengkulu hasil rekrutmen 2024 memiliki peluang besar untuk lolos karena sudah memiliki pengalaman kerja selama satu tahun.
“Bagi mereka yang sudah bekerja tentu punya pengalaman. Dengan bekal itu, kami anggap mereka memiliki peluang prioritas untuk bisa diterima bekerja di BRI,” ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa proses mediasi dengan Bank Bengkulu masih membutuhkan waktu panjang sehingga para eks karyawan diharapkan tidak bergantung pada hasil mediasi semata.
“Sekali lagi, kami berharap mereka dapat segera move on untuk mencari pekerjaan lain. Sengketa dengan Bank Bengkulu ini tidak akan selesai dalam waktu dekat karena masih dalam proses mediasi,” pungkasnya.
















