BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi mengaktifkan skema pemantauan kesehatan intensif bagi para jemaah haji pasca-kepulangan dari Arab Saudi. Seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang sebelumnya mengawal pemeriksaan jemaah saat fase keberangkatan, kini kembali disiagakan penuh untuk memberikan layanan pemantauan medis secara berkala.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi timbulnya gangguan kesehatan, mengingat perjalanan jauh serta rangkaian ibadah haji di Tanah Suci yang sangat menguras energi fisik para jemaah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Nelly Hartati, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh puskesmas untuk memantau kondisi jemaah setibanya mereka di rumah masing-masing.
“Kami menyiapkan seluruh puskesmas yang sebelumnya terlibat dalam pemeriksaan kesehatan jemaah saat masa keberangkatan, untuk kembali memberikan layanan pemantauan kesehatan setelah jemaah pulang ke daerah asal,” kata Nelly Hartati pada Senin, 8 Juni 2026.
Nelly menjelaskan, petugas medis di lapangan nantinya akan melakukan skrining kondisi fisik jemaah dan mencatat setiap keluhan yang muncul. Fokus utama pemantauan ini diarahkan pada deteksi dini kelelahan akut, gangguan saluran pernapasan, serta indikasi masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis lanjutan secara cepat.
Faktor perbedaan cuaca yang ekstrem serta aktivitas ibadah yang padat dinilai menjadi pemicu utama menurunnya daya tahan tubuh jemaah sekembalinya ke tanah air.
“Tenaga kesehatan tersebut nantinya akan melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah dan mengidentifikasi berbagai keluhan yang mungkin muncul setelah pelaksanaan ibadah haji. Keluhan tersebut seperti kelelahan fisik, gangguan pernapasan, maupun masalah kesehatan lainnya yang membutuhkan penanganan medis,” jelas Nelly.
Oleh karena itu, Dinkes Kota Bengkulu mengimbau dengan sangat kepada seluruh jemaah haji agar tidak menunda untuk memeriksakan diri. Jika mulai merasakan gejala tubuh lemas, sesak napas, batuk persisten, atau keluhan klinis lainnya setelah sampai di rumah, jemaah diminta segera mendatangi puskesmas terdekat.
Pemeriksaan dini dinilai krusial guna mencegah risiko komplikasi penyakit dan mempercepat proses pemulihan. Selain itu, jemaah yang baru tiba juga diharapkan tetap disiplin menjaga pola istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga hidrasi tubuh dengan baik.
“Pemantauan kesehatan jemaah haji merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pelayanan kesehatan haji. Sebab, jemaah haji tersebut baru saja menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat dan menguras energi, ditambah dengan perjalanan jauh yang dapat memengaruhi kondisi fisik,” terang Nelly.
Ia menambahkan, antisipasi ini sudah menjadi standardisasi baku dari tim kesehatan pemerintah daerah. Target utamanya adalah memastikan seluruh jemaah haji asal Kota Bengkulu dapat kembali beraktivitas normal di tengah masyarakat dalam keadaan sehat walafiat.
“Ini sudah menjadi kegiatan rutin tim kesehatan dalam mengantisipasi berbagai keluhan kesehatan yang dialami jemaah haji. Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan dan dapat kembali beraktivitas dengan baik setelah menjalankan ibadah haji,” pungkas Nelly.
Melalui pengawasan berkelanjutan ini, Pemkot Bengkulu berharap kondisi kesehatan para jemaah haji tetap terpantau dengan baik. Pihak keluarga jemaah pun diajak untuk ikut proaktif mengawasi dan mendorong anggota keluarganya agar segera melakukan pemeriksaan medis jika menunjukkan gejala penurunan kondisi fisik.
















