BENGKULU, BEKENTV – Sebanyak 16 siswa yang di-drop out dari SMA Negeri 5 Kota Bengkulu didampingi kuasa hukum Hartanto, tidak berhasil menemui kepala sekolah (Kepsek), Bihanudin diruangannya, Senin 15 September 2025.
Para siswa yang di-drop out ini sudah tidak bersekolah hampir 2 minggu di ruangan kelas, karena diusir dan belajar secara mandiri di perpustakaan terpisah dari siswa yang belajar di ruang kelas.
Namun disayangkan oleh kuasa hukum dan wali murid yang turut mendatangi sekolah kecewa karena Kepsek berada di ruangan tidak berkenan menemui siswa.
“Sangat disayangkan beliau tidak mau menemui anak-anak, padahal beliau seorang pendidik seharusnya mencerminkan yang baik,” kata Hartanto.
Selain ke sekolah, siswa bersama wali murid dan kuasa hukum terlebih dahulu mendatangi Ombusman untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan yang sebelumnya telah disampaikan oleh pengacara mereka.
Tidak puas sampai di situ, mereka juga mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham) Provinsi Bengkulu.
“Kita juga ke Kemenkuham Provinsi Bengkulu karena ada hak anak-anak yang diabaikan dan Kemenkumham akan mengeluarkan rekomendasi setelah proses,” kata Hartanto.
Sebelumnya, sebanyak 72 siswa SMAN 5 Kota Bengkulu dikeluarkan oleh sekolah karena tidak masuk dalam Data Pokok Pendidikan, namun 42 siswa protes hingga ke DPRD Provinsi Bengkulu.
Namun hingga saat ini tersisa 16 siswa yang masih bertahan menuntut hak untuk tetap bersekolah di sekolah tersebut.
“Kalau sekolah mengatakan anak tidak terdaftar, bagaimana mungkin anakan bisa mengikuti proses belajar hingga sebulan dengan semua proses MPLS, mendapatkan pakaian dan lainnya,” pungkas Hartanto.
















