BENGKULU, BEKENTV – Berangkat September 2025, sebanyak 416 calon jamaah umroh Travel BSH mengikuti kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung di Asrama Haji Bengkulu, Sabtu 23 Agustus 2025.
Dalam kegiatan ini, calon jamaah diberikan pembekalan lengkap seputar tata cara ibadah umroh, mulai dari niat, doa-doa, hingga simulasi kehidupan sehari-hari selama berada di Tanah Suci.
Para jamaah juga mendapat arahan praktis tentang aktivitas di Madinah, tata tertib beribadah di Masjid Nabawi, hingga hal-hal teknis seperti pengaturan waktu berbelanja dan menjaga kesehatan selama perjalanan.
Tidak hanya itu, seluruh calon jamaah langsung mempraktikkan tawaf dengan mengelilingi replika Ka’bah yang tersedia di kompleks Asrama Haji Bengkulu.
Mereka juga diperkenalkan dengan rangkaian sa’i antara Shafa dan Marwah, serta simulasi tata cara naik pesawat sesuai standar keberangkatan umroh.
Komisaris Travel BSH, Dr. H. Suardi Abbas, SH., MH, mengatakan bahwa manasik akbar ini digelar khusus untuk jamaah yang akan berangkat pada September 2025.
Dari total 416 jamaah, mereka terbagi dalam 10 kelompok, dengan jumlah masing-masing kelompok antara 38 hingga 45 orang.
“Kita berikan materi mulai dari tata cara ibadah, praktik tawaf keliling Ka’bah, sa’i, hingga simulasi keberangkatan dengan pesawat. Semua ini bagian dari rangkaian perjalanan umroh di Mekah agar jamaah lebih siap dan tenang,” ujar Suardi Abbas.
Adapun keberangkatan jamaah umroh BSH terbagi dalam dua pilihan paket, yakni paket reguler 10 hari dan paket khusus 13 hari.
Untuk paket reguler 10 hari, jamaah akan melaksanakan ibadah umroh selama 8 hari ditambah 2 hari perjalanan pulang-pergi. Biaya paket ini sebesar Rp35 juta sudah termasuk fasilitas tiket pesawat, hotel berbintang, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi.
Pihak BSH menyediakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines dengan rute penerbangan dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu – Soekarno Hatta Jakarta – Jeddah, Arab Saudi.
Selain itu, BSH juga menawarkan paket promo seharga Rp28 juta. Namun, paket ini menggunakan rute transit lebih panjang, yaitu Bengkulu – Jakarta – Tiongkok – Riyadh – Madinah. Fasilitas makan dan akomodasi pun berbeda dibandingkan paket reguler.
Ia mengatakan, dengan adanya manasik akbar ini, diharapkan seluruh jamaah lebih siap secara fisik maupun mental dalam menjalani ibadah umroh.
“Kami ingin jamaah berangkat dalam kondisi tenang, yakin, dan memahami seluruh rangkaian ibadah yang akan dilakukan di Tanah Suci,” tutup Suardi.
(Ilham Juliandi)
















