BENGKULU, BEKENTV – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bengkulu Selatan sejak Selasa lalu (16/9) mengakibatkan banjir di Desa Ketaping, Kecamatan Manna.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tapi turut merusak lahan pertanian masyarakat setempat hingga mengalami kerugian yang cukup besar.
Erman (50), selaku warga dan petani mengaku mengalami kerugian besar sebab tanaman padinya rusak akibat terjangan banjir.
“Tanaman padi saya semuanya rusak. Selain padi, juga tanaman jagung, pisang, pohon kelapa, serta bibit padi yang belum sempat ditanam semuanya habis,” keluh Erman saat di wawancara, Rabu (17/9).
Sementara itu, tidak hanya sektor pertanian, infrastruktur desa ikut terdampak. Beberapa infrastruktur seperti saluran air hingga tiang listrik rusak.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan segera menyalurkan bantuan, terutama bibit padi, untuk memulihkan perekonomian warga.
“Kami berharap agar bantuan seperti bibit padi bisa segera tersalurkan. Itu yang paling dibutuhkan petani saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erman mengungkapkan bahwa bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, sudah meninjau langsung lokasi banjir.
Banjir kali ini disebut Erman sebagai peristiwa yang jarang terjadi. Ia menyebut banjir besar terakhir dialami Desa Ketaping sekitar 8 tahun lalu. Karena itu, ia menilai perlu ada perbaikan saluran air agar musibah serupa tidak terulang.
“Di sini hanya ada dua gorong-gorong. Kami berharap bisa ditambah dua atau tiga lagi, supaya aliran air lebih lancar dan banjir bisa dicegah,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa material banjir. Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan kerugian untuk menyiapkan langkah penanganan pasca bencana.
















