BENGKULU, BEKENTV – Aksi unjuk rasa di depan DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat 29 Agustus 2025. berujung ricuh.
Selain terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian, diduga ada upaya pembungkaman media dengan menghilangnya sinyal internet salah satu provider terbesar di Indonesia.
Massa mulai berkumpul sekitar pukul 14.30 WIB dengan membawa berbagai atribut, seperti spanduk protes dan bendera organisasi. Di
Awalnya, aksi berjalan damai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyampaian orasi. Namun, situasi memanas saat aparat melakukan tindakan pukul mundur terhadap massa.
Di tengah kericuhan, sejumlah jurnalis yang meliput aksi mengeluhkan hilangnya sinyal internet secara tiba-tiba, sehingga tidak bisa menyiarkan jalannya aksi secara langsung.
“Saya tidak mengerti, tiba-tiba sinyal internet hilang saat sedang siaran langsung di media sosial,” ujar Rere, salah satu jurnalis Bengkulu.
Ia mengaku menggunakan layanan internet dari provider Telkomsel. Hampir seluruh jurnalis yang menggunakan jaringan ini mengalami kesulitan menyiarkan langsung aksi unjuk rasa.
“Saya pakai sinyal Telkomsel, tapi sepanjang aksi tidak bisa digunakan untuk live,” tambahnya.
Sementara itu, berbeda dengan jurnalis Satujuang, Rahmat mengaku masih bisa melakukan siaran langsung menggunakan provider Indosat.
“Kalau pakai Indosat atau Tri, masih bisa akses internet dan menyiarkan aksi ricuh ini,” jelasnya.














