BENGKULU, BEKENTV – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan kembali melanjutkan program Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat dari tingkat rumah tangga.
Program yang dijalankan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkulu Selatan ini menyasar warga kurang mampu, dengan total 100 penerima manfaat yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkulu Selatan, Nengsi Affriani, menjelaskan bahwa penerima bantuan akan tersebar di tiga kecamatan dan diprioritaskan bagi masyarakat yang telah terdata dalam DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional).
“Sebanyak 100 penerima sudah kita siapkan, tersebar di tiga kecamatan, dan diprioritaskan bagi masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Nengsi.
Dalam program ini, setiap penerima akan memperoleh paket budikdamber berupa dua ember, 140 benih ikan lele, serta 14 kilogram pakan. Bantuan tersebut dirancang agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di lingkungan rumah masing-masing tanpa memerlukan lahan yang luas.
Menurut Nengsi, pelaksanaan program budikdamber pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Berdasarkan evaluasi di wilayah Kecamatan Pino Raya, tingkat keberhasilan budidaya tergolong tinggi, dengan angka kematian ikan yang relatif rendah, yakni di bawah 10 persen.
“Secara umum hasilnya bagus, masyarakat juga bisa menjalankannya dengan baik di rumah,” tambahnya.
Meski memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha, pemerintah daerah menegaskan bahwa program ini saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.
“Ke depan, kita dorong program ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga terlebih dahulu, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tutup Nengsi.
















