BENGKULU, BEKENTV – Memasuki 100 hari masa kerja, Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin bersama Wakil Bupati Yevri berbagi kisah suka duka dalam menjalankan amanah memimpin daerah.
Rifai menegaskan bahwa menjadi pemimpin berarti harus siaga kapan pun masyarakat membutuhkan, karena masyarakat memandang bupati dan wakil bupati sebagai tempat mengadu dan mencari pertolongan.
“Kami harus siap kapan pun, pagi, siang, bahkan malam. Semua bidang kerja harus tanggap terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Rifai.
Sementara itu, Wakil Bupati Yevri juga membagikan pengalaman yang menunjukkan kedekatan mereka dengan warga. Ia menuturkan, pernah menerima laporan dari warga yang hendak melahirkan. Meski tidak bisa turun langsung, pemerintah segera mengirim bidan untuk membantu proses persalinan.
“Banyak warga yang datang mengadu, dan kami berusaha memberi solusi secepatnya. Meskipun tak bisa menolong secara langsung, kami pastikan mereka tetap terbantu,” kata Yevri.
Lebih lanjut, Rifai juga menambahkan saat menjalankan tugas, dirinya berusaha mendengarkan setiap keluhan masyarakat, meskipun tidak semua bisa langsung diselesaikan.
“Ada warga yang bilang sudah tiga minggu dirawat di rumah sakit tapi belum sembuh. Saya jawab dengan sabar, semua itu proses. Yang penting kita dengar dan peduli,” jelasnya.
Rifai juga mengakui bahwa selama 100 hari kepemimpinannya, lebih banyak tantangan daripada kesenangan.Namun, hal itu dianggap sebagai bagian dari perjuangan membangun daerah.
“Suka duka kami berdua sebenarnya lebih banyak duka. Tapi begitulah hidup, tidak semua yang gemuk itu daging, pasti ada tulang di antaranya. Begitu juga sebaliknya,” ujar Rifai dengan senyum tenang.
Rifai berharap, perjalanan 100 hari pertama ini menjadi dasar kuat untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bekerja sama dan bergotong royong demi kemajuan Bengkulu Selatan.
“Semua pencapaian hanya bisa diraih jika kita saling mendukung. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat,” tutup Rifai.
















